Senin, 06 Februari 2012

Materi ( Buku MP )



BIODATA

NAMA LENGKAP                           
NAMA PANGGILAN                      
TEMPAT TANGGAL LAHIR          
ALAMAT                                           
AGAMA                                             
HOBBY                                              
SATUAN                                            
MOTIVASI                                        








3x4
 
                                                                              Serang,    
                                                                                      CAPAS




                                                                      (....................................................)


 *****

INDONESIA RAYA

INDONESIA TANAH AIRKU
TANAH TUMPAH DARAHKU
DISANALAH AKU BERDIRI
JADI PANDU IBUKU

INDONESIA KEBANGSAANKU
BANGSA DAN TANAH AIRKU
MARILAH KITA BERSERU
INDONESIA BERSATU

HIDUPLAH TANAHKU HIDUPLAH NEGERIKU
BANGSAKU RAKYATKU SEMUANYA
BANGUNLAH  JIWANYA BANGUNLAH BADANNYA
UNTUK INDONESIA RAYA

INDONESIA RAYA MERDEKA MERDEKA
TANAHKU NEGERIKU YANG KUCINTA
INDONESIA RAYA MERDEKA MERDEKA
HIDUPLAH INDONESIA RAYA

 *****

PERJANJIAN CAPAS

  1. mengikuti peraturan tata tertib paskibra / asal sekolah SMA   ( satuan masing-masing )
  2. Mengikuti kegiatan satuan / gabungan / kegiatan resmi lainya, jika tidak mengikuti kegiatan berturut-turut tanpa izin atau keterangan saya siap di SANKSI
  3. Melaksanakan tata tertib atau tata krama paskibra sesuai kemampuannya.
  4. bersedia menabung Rp. 500 .- selama menjadi anggota paskibra selama 1 bulan, dan tabungan tidak akan di ambil jika mengundurkan diri.
  5. ikut aktif  dalam kegiatan paskibra dan sedia mewujudkan atau meningkatkan kegiatan  ORGANISASI
  6. tidak menyalahkan kegiatan paskibra untuk tidak mengikuti jam-jam pelajaran sekolah .
  7. bersedia meningkatkan PATRIOTISME dan cinta tanah air, bangsa dan negara.
  8. mempererat rasa persatuan dan persaudaraan anggota dan senior

*****

MOTO PASKIBRA

PASKIBRA
PASKIBRA
PASKIBRA
TIDAK TAKUT SALAH
TIDAK TAKUT KALAH
TIDAK TAKUT JATUH
TIDAK TAKUT MATI
TAKUT MATI JANGAN HIDUP
TAKUT HIDUP MATI SEKALIAN
KALAU ADA SERIBU KAMI ADALAH SATU
KALAU ADA SERATUS KAMI TETAP SATU
KALAU ADA SEPULUH KAMI YAKIN TETAP SATU
KALAU ADA SATU YA ITULAH KAMI

*****

Tanggal                 
Tempat                 
Judul                     : ETIKA PASKIBRA
Pemberi Materi   

A. ETIKA BERDIRI
     1. Dalam keadaan berdiri tangan harus ada dibelakang (dalam keadaan istirahat)
      2. Tidak boleh memasukan tangan ke dalam saku.
      3. Hendaklah berdiri apabila berbicara dengan orang yang lebih tua.
      4. Apabila memakai PDU hendaklah berdiri di tempat yang layak.
B. ETIKA DUDUK
      1. Sopan tidak bertumpang kaki.
      2.Apabila dalam keadaan hormat (duduk siap badan ditegakan, tangan dikepal    disimpan diatas paha dan posisi seperti sikap sempurna.
C. ETIKA BERJALAN
       1. Ketika berjalan dengan wanita, usahakan wanita berada disebelah kiri.
       2. Bila menaiki kendaraan, wanita terlebih dahulu.
       3. bila menuruni kendaraan, laki – laki terlebih dahulu.
       4. Bila membawa tas harus disebelah kiri.
       5. Bila berjalan lebih daripada dua orang, berbanjar ke belakang.
D. ETIKA BERBICARA
         1. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
         2. Menatap pada orang yang diajak berbicara.
         3. Tidak boleh memotong pembicaraan orang lain.
         4. Tidak gugup.
         5. tidak boleh berbicara kotor atau memakai istilah dan berbisik – bisik.
E. ETIKA MAKAN
       1. Duduk tegap tidak berbicara.
       2. Alat makan tidak berbunyi.
       3. Sendok menghampiri mulut.    
      4. Sikut tidak diletakan di meja.
      5. Tidak boleh makan sambil berjalan.
      6. Merapikan diri sebelum makan.
      7. Mempersilakan.
      8. Bila makan bersama harus ada yang memimpin do’a.
      9. Selesai Makan posisi sendok dan garpu ditutup searah jarum jam (pukul 05.00).
F. ETIKA KERAPIHAN
      1. Putra rambut pendek disisir rapih model sederhana.
      2. Putri rambut disisir rapih dan diikat.
      3. Berpakaian rapih dan bersih.
      4. Berpakaian sesuai ketentuan.
      5. Tidak boleh melipat lengan baju kecuali pakaian bebas.
   6. Jika memakai PSAS sebaiknya memakai ikat pinggang hitam, kaos kaki putih, dan
       sepatu hitam
      7. Jika menghadiri pertemuan sebaiknya menggunakan kemeja.
G. ETIKA BERTAMU
      1. Memberi tahu tuan rumah terlebih dahulu agar mempersiapkan segala sesuatunya.
      2. Memberi salam sebelum masuk.
      3. Menjaga kesopanan selama bertamu.
4. Memperhatikan waktu dan lamanya waktu, jangan sampai  menggangu jam     
    istiraht   
      5. Selesai bertamu mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam.
 H. ETIKA MENERIMA TAMU
      1. Bersikap ramah
      2. Jangan menerima tamu di depan pintu atau pagar.
3. Memberikan hidangan disesuaikan dan tidak berlebihan atau yang menjadi  
    pantangan tamu tersebut
4. Mengantarkan tamu sampai pintu, jika mengendarai kendaraan umum tungg
    sampai naik.
I. ETIKA MENGUNJUNGI ORANG SAKIT
      1. Tidak boleh mengganggu orang sakit
      2. Bila membawa makanan hendaknya yang diperbolehkan oleh dokter.
      3. Harus memperhatikan waktu.
J. ETIKA MELAYAT
      1. Melayat sebelum jenazah dikuburkan
      2. Hiburlah keluarga yang ditinggalkan.
      3. Jangan memuat beban terhadap keluarga yang ditinggalkan.
K. ETIKA MEMAKAI PDU
      1. PDU harus dipakai lengkap
      2. Tidak boleh duduk sembarangan kecuali dikursi.
      3. PDU digunakan sesuai dengan ketentuan.
      4. Tidak boleh menengok lebih dari 450
L. ETIKA MANDI
      1. Gayung dipegang sebelah kanan         
      2. Handuk diletakan di tangan kiri.
      3. Pada saat menuju kamar mandi, langkah disamakan (berdua / lebih).
M. ETIKA BERSAMA REKAN
      1. Berjabat tangan apabila bertemu dengan rekan seangkatan.
      2. Hormat jika bertemu dengan senior, dilanjutkan dengan berjabat tangan.
N. ETIKA BERKENALAN
      1. Tidak bole secara langsung
      2.Berjabat tangan dengan seseorang hendaknya diperlakukan dengan perhatian, ramah dan sopan serta menyebutkan nama dengan jelas.

*****

Tanggal                 
Tempat                 
Judul                     :  SEJARAH LAGU INDONESIA RAYA
Pemberi Materi     

            Lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan pada tanggal 28 Oktober 1928 pada saat istirahat KONGRES PEMUDA ke II pada sidang terakhir. Dalam perkembangannya lagu tersebut dilarang diperdengarkan oleh penjajah (Belanda) dikarenakan takut timbulnya rasa nasionalisme yang tinggi dikalangan masyarakat Indonesia, sehingga akan semakin menuntut kemerdekaannya. Setelah Belanda menyerah kepada Jepang pada tahun 1943, bangsa Jepang memperbolehkan untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya, tetapi tidak diperkenankan mengibarkan bendera Merah Putih. Kemudian dikarenakan banyak pemberontakan terhadap Jepang, sehingga mereka dalam perang Asia Timur (PD II), maka pada akhirnya diakhir tahun 1944 bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya diperkenankan untuk dikumandangkan kembali bersama lagu kebangsaan Jepang dan bendera Inomaru.
            Perlu diketahui, bahwa teks lagu Indonesia Raya pada saat KONGRES PEMUDA kedua itu berbeda dengan lagu Indonesia Raya yang sekarang dikumandangkan saat Upacara, perubahan ini dilakukan oleh panitia peninjau Indonesia Raya pada akhir tahun 1943, sebelum lagu Indonesia Raya dilarang dikumandangkan.
            Untuk mengatur penggunaan lagu Indonesia Raya dibuatkan peraturan pemerintah yaitu PP. No. 40 tahun 1958, tanggal 16 Juni 1958 dan dimasukan dalam lembaran negara No. 72 tahun 1958.
Dasar Hukum :
Berdasarkan peraturan pemerintah tgl 26 Juni 1958 No. 44 ditetapkan lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh W.R. Supratman.
            Aturan memperdengarkan/menyanyikan lagu indonesia Raya :
  1. Pada kesempatan dimana diperdengarkan lagu kebangsaan dengan alat musik maka lagu itu dinyanyikan/dibunyikan lengkap satu kali yaitu satu tetap dengan dua kali ulang.
  2. Pada kesempatan dimana lagu kebangsaan dinyanyikan maka lagu itu dinyanyikan lengkap satu kali yaitu satu tetap dengan dua kali ulangan.         

 *****

Tanggal                 
Tempat                 
Judul                     : SEJARAH BENDERA MERAH PUTIH
Pemberi Materi     

Bendera adalah secarik kain yang merupakan lambang kemerdekaan atau kedaulatan suata negara, dimana dapat diartikan sebagai suatu Negara yang telah merdeka dan mempunyai aturan serta tata cara tersendiri atau khusus.
Menurut sejarawan Prof. H Muram sendiri warna merah putih diwariskan oleh kiai Ageng Tarub, dan seteruskan dimuliakan oleh sultan Ageng serta Raja-raja yang meneruskan. Adapun peristiwa-peristiwa sejarah merah putihlainnya diantara :
  1. Tahun 1292, Jaya K Kalaung Raja Kediri membehammad Yamin, Merah Putih mempunyai jejak sejarah sepanjang 6000 tahun. Berdasarkan kajiannya, bukti sejarah menunjukan bahwa nenek moyang kita sejak millennium yang lalu telah melakukan pemujaan terhadap matahari dan bulan. Matahari diwakili dengan warna merah dan bulan diwakili dengan warna putih.
    Kajian Prof. H Muhammad Yamin menunjukan tentang kehadiran merah putih dibumi indonesia, yaitu adanya ukiran pada dinding Candi Borobudur (dibangun pada abad ke-9) yang menggambarkan tiga orang hulu baling membawa umbul-umbul berwarna gelap dan terang diduga melambangkan warna merah putih. Keterangan untuk ukiran itu menyebutkan sebagai pataka atau bendera. Catatan lain sekitar Borobudur juga sering menyebutkan bunga tunjuna mabang (Merah) dan tunjung maputeh (Putih), ukiran bunga tunjung mabang dan maputeh juga dapat kita temui dicandi mandut.
    Warna merah putih tidak hanya sebagai lambang penting oleh kerajaan Mataram. Pada abad ke-16, dua bilah cincin berpermata merah dan putih diwariskan oleh raja mataram kepada ratu jepara yang bernama ratu Kalinyamat.Dikerajaan Mata
    rontak terhadap singosari menggunakan lambang pemberontakan berwarna merah putih.
  2. Kerajaan Mataram (1575-1700) memuliakan bendera merah putih (Gelap-Kelapa).
  3. Tahun 1625 Sultan Agung menyerang Surabaya (dengan bantuan belanda) bendera yang dikibarkan merah putih sebagai lambang perjuangan kemerdekaannya.
  4. Tanggal 9 Juni 1925 Pangeran diponegoromemulai perang rakyat yang mendukungnya menggunakan bendera merah putih.
  5. Tahun 1920 Mahasiswa-mahasiswa indonesia yang tergabung dalam perhimpunan indonesia (Indische Vereeniging) mengibarkan bendera merah putih untuk menyatakan cita-cita Indonesia merdeka.
  6. Pada tahun 1927 TRI sudah menggunakan bendera Merah Putih dengan kepala banteng.

Merah – Putih berkibar sebagai lambang kebangsaan pertama kali pada 28 Oktober 1928, pada waktu itu  Indonesia belum menjadi Negara. Pada kongres pemuda tersebut bersepakat mengikrarkan sumpah kebangsaan yang kenal dengan sumpah pemuda. Merah putih dan lagu indonesia raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman, keduanya lambang kebangsaan yang sudah disepakati 17 tahun sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia.
 Bendera Merah-Putih berukuran 2x3 meter yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di     Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta.adalah bendera yang kini disebut bendera Pusaka. Pada saat pengibaran, bendera yang masih terlipat diberikan oleh SK Trimurti diserahkan kepada pengibar bendera, bendera dipegang oleh pemuda Suhuddan dikerek oleh pemuda Latief Hedradiningrat yang berseragam PETA. Karena sering dicuci dimasa lalu, Bendera itu mengkerut menjadi 196 x 274 cm.Bendera itu dibuat dan dijahit oleh Fatmawati, istri bung Karno, ketika keluarga itu baru pulang dari pengasingan di bengkulu, dan baru mulai tinggal di Jakarta. “Bikin bendera yang paling besar ya?” kata shimizu, seorang perwira jepang yang menjabat sebagai kepala barisan propaganda di Gunseikanbu (pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Sumatra).
Permintaan shimizu untuk membuat bendera yang besar itu sesungguhnya sesuai dengan “janji kemerdekaan” yang telah diberikan jepang secara terbuka pada September 1944. Kemudian Shimizu memerintahkan perwira jepang untuk memberikan kain dan diberikan kepada Fatmawati. Dua blok kain merah dan putih dari katun halus itu (setara dengan jennis primissima untuk batik tulis halus) diperoleh dari sebuah gudang di Jl. Pintu air, Jakarta pusat,dan diantarkan ke pegangsaan oleh Chaerul.
Ketika membuat bendera besar itu, ibu fatmawati sedang hamil tua mengandung bayinya yang pertama, ia menjahit bendera itu di muka kamar tidurnya, yaitu di ruang makan dan bendera tersebut dapat  selesai dalam dua hari. Ibu Fatmawati mungkin tidak menduga bahwa bendera yang dijahitnya pada akhir tahun 1944 itu, ketika ia berusia 22 tahun, kelak mengukir sejarah dan menjadi pusaka bagi bangsa Indonesia.
Pada tanggal 17 Agustus 1967, karena kondisinya yang sudah rapuh, Mutahar memasukan seutas tali kapas di sisi tegak dalam Bendera Pusaka dan kemudian menjahitnya. Dengan  penguatan  tali ini Bendera Pusaka tidak dikhawatirkan terkoyak ketika dikibarkan untuk terakhirkalinya.
Bendera Pusaka masih dikibarkan sekali lagi di Istana Merdeka pada tahun 1968, pada tahun 1969 dibuatkan Duplikat Bendera Pusaka  dari sutera alam. Bendera Pusaka yang rapuh ditempatkan dalam sebuah peti berukir, dan dipakai untuk mengiringi pengibaran Duplikat Bendera Pusaka Setiap tanggal 17 Agustus. Duplikat Bendera Pusaka  dibuat di Pabrik PT. Ratna, Bogor dibawah penyeliaan Balai Penelitian Tekstil Bandung. Pada tanggal 5 Agustus 1969, Presiden Soeharto menyerahkan Duplikat Bendera Pusaka dan Duplikat Naskah Proklamasi kepada gubernur seluruh Indonesia . adapun Duplikat Bendera Pusaka disesuaikan dengan banyaknya ibu kota provinsi dan daerah tingkat II.
Dasar Hukum Bendera Merah-Putih terdapat dalam Peraturan Pemerintah tanggal 26 Juni 1958 No. 40 dan Lembaran Negara tahun 1958 no.68 dan penjelasannya  terdapat dalam tambahan Lembaran Negara No.1633, serta dalam UUD 45 pasal 35.
Perlakuan terhadap bendera :
1.      Apabila kita sedang berjalan atau berkendaraan kita melihat bendera sedang dikibarkan sebaiknya kita berhenti untuk memberi hormat dan lebih baik lagi kita turun serta hormat.
2.      Bendera dikibarkan mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB.
3.      Pengibaran pada saat upacara harus diiringi lagu Indonesia Raya.
4.      Bendera tidak boleh menyentuh tanah.
5.      Dalam penaikan bendera, apabila bendera telah dibentang kemudian hujan turun maka bendera tetap dinaikan. Dan apabila bendera belum dibentang maka pengibaran ditunda sampai cuaca membaik.

*****

Tanggal                 
Tempat                 
Judul                      : SEJARAH PASKIBRAKA
Pemberi Materi     


Setiap tahun secara meriah sekaligus khidmat, bangsa Indonesia merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan. Upacara yang berpusat di halaman Istana Merdeka itu dipuncaki dengan acara pengibaran Bendera Pusaka. Tradisi ini sudah dimulai sejak tahun 17 Agustus 1950, yaitu peringatan Proklamasi Kemerdekaan yang pertama dilakukan setelah Presiden Republik Indonesia kembali hijrah ke Yogyakarta.
 Dalam skala kecil, upacara serupa sebetulnya sudah dilakukan di halaman Gedung Agung Yogyakarta ketika Republik Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang pertama, 17 Agustus 1946.
Husein Mutahar yang ketika itu sudah menjadi salah seorang ajudan presiden, dan dikenal sebagai pandu yang aktif, diberi tugas untuk menyusun upacara pengibaran bendera. Pada saat itu ia sudah mempunyai pemikiran bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, maka pengibaran bendera Merah-Putih sebaiknya dilakukan oleh para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia.
Mutahar kemudian memilih lima orang yang bermukim di yogyakarta, terdiri dari tiga laki-laki dan dua orang perempuan yang mewakili daerahnya. Lima orang tersebut merupakan symbol Pancasila.
Upacara di halaman Gedung Agung itu diulang lagi pada tahun 1947,1948,1949, masing-masing secara bergiliran dari daerah Indonesia.
Setelah pemerintah Republik Indonesia kembali ke Jakarta, sejak 17 Agustus 1950 upacara Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dipusatkan di halaman Istana Merdeka.
Berdasarkan foto dokumentasi, jumlah pengibar bendera pada upacara 17 Agustus 1950 telah lebih dari lima orang, mereka masih mengenakan seragam putih-putih dengan peci hitam, menggunakan selempang Merah-Putih di dada, sebagai pasukan intinya anggota pasukan pengibar bendera menggunakan syal berwarna Merah-Putih.
Antara tahun 1950-1966 tidak diketahui perkembangan upacara pengibaran Bendera Pusaka, karena kelangkaan narasumber yang mengetahui. Selama periode tersebut upacara pengibaran Bendera Pusaka di tangani oleh Rumah Tangga kepresidenan.
Pada tahun 1967, Husain Mutahar, ketika itu menjabat sebagai direktur  Jendral urusan Pemuda dan Pramuka pada Depertemen Pendidikan dan kebudayaan, dipanggil oleh presiden Soeharto dan diberi tugas untuk menyusun tata upacara Pengibaran Bendera Pusaka.
Sesuai dengan perkembangan keadaan, Mutahar mengembangkan tatacara pengibaran Bendera Pusaka menjadi satu pasukan yang terdiri atas tiga kelompok, yaitu :
a.       Kelompok 17, Bertindak sebagai pengiring depan atau pemandu
b.      Kelompok 8, Bertindak sebagai inti pembawa bendera
c.       Kelompok 45, Bertindak sebagai pengawal
Ketiga kelompok tersebut merupakan symbol tanggal proklamasi kemerdekaan republik indonesia.
Pada tahun 1973, Idik Sulaiman yang tahun 1967 telah terlibat sebagai Pembina pasukan pengibar Bendera, mengusulkan sebuah nama baru. Sebelumnya Pasukan pengibar Bendera itu disebut sebagai PASUKAN PENGEREK BENDERA PUSAKA. Usulah Idik adalah sebuah nama PASUKAN   PENGIBAR BENDERA PUSAKA yang disingkat PASKIBRAKA.Usulan itu diterima hingga sekarang”Pasukan elit” ini mengusung nama yang anggun dan berwibawa.Adapun untuk anggota PASKIBRAKA yang telah melaksanakan tugasnya mendapat julukan PURNA PASKIBRAKA INDONESIA (PPI).

Dalam perkembangannya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tidak hanya sebatas pengibaran di Hari Proklamasi, tetapi lebih ke Pembinaan Nasionalisme dan Budi Pekerti. Karena itu lambang dari PASKIBRA adalah Bunga Teratai.
Bunga Teratai Putih karena di anggap suci, hidup di tengah-tengah danau atau telaga sehingga tidak bisa dijamah, Akarnya tertancap di dalam tanah sedangkan hidupnya di air, jadi diibaratkan sebagai tanah air, jadi bunga teratai juga dapat di artikan sebagai generasi muda yang ingin berkembang untuk tanah airnya.
             

b

Keterangan :
B = Belajar                                                     
B = Bekerja
B = Berbakti
D = Disiplin                                                                                                                            
A = Aktif
G = Gembira

            Seseorang bila ingin berhasil harus belajar sesuai dengan apa yang dicita-citakan dan bekerja serta berlatih dengan giat untuk mendapatkan pekerjaannya, Seorang anggota paskibra dituntut harus aktif, giat, disiplin, karna ketiga hal itu merupakan cirri khusus anggota paskibra.





                                              Lambang Putra berjumlah 16 orang.


                              Lambang Putri berjumlah 16 orang.
                                   
Lambang paskibra yang artinya 16 putra-putri yaitu berasal dari 16 penjuru arah mata angin.

 *****

Tanggal                      
Tempat                       
Judul                          : ARTI LAMBANG NEGARA
Pemberi materi          

               Lambang negara Indonesia adalah burung garuda, sejarah penggunaan lambang burung garuda tidak dapat diketahui secara pasti akan tetapi dengan bersumber terhadap bukti dari museum jakarta terhadap beberapa rancangan lambang negara
               sekitar tahun 1994 diketahui adanya suatu peristiwa LENCANA NEGARA yang anggotanya :
1.MUHAMAD YAMIN
2. SULTAN HAMID DUA
               Diketahui secara pasti bahw tanggal 8, februari 1950 terhadap sesuatu rancangan lambang negara yang dibuat oleh M.Yamin yang mana  telah di simpulkan di istana Bambir dalam rangka rapat panitia lambang negara bersama dengan paduka yang mulia presiden Ir. Soekarno-Hatta dan yang mulia sultan hamid II, tetapi setelah itu tidak di ketahui lagi perkembangan selanjutnya. Rancangan yang manakah yang akan di pilih menjadi lambang Negara RI.

*****

Tanggal                 
Tempat                 
Judul                     : PAKAIAN PASKIBRA
Pemberi Materi     

1. PDU
          Adalah pakaian Dinas Upacara dipakai oleh anggota paskibra ketika akan mengibarkan bendera merah – putih pada upacara proklamasi. Semula PDU ini awalnya hanya baju putih lengan panjang dengan dua saku tutup di dada, baju dikenakan dimasukan ke celana. Tetapi sejak tahun 1983 potongan seragam ini di rubah menjadi model safari dengan empat saku tutup yang dikenakan di luar celana. Perubahan ini mengorbankan the youth look, tetapi tidak mengurangi kegagahannya, PDU ini dilengkapi dengan atribut evolet, papan nama dan kendit ketika dikukuhkan.

2. PDH
          Adalah pakaian Dinas Harian, dipakai pada kegiatan-kegiatan PASKIBRA, pakaian ini dipakai menjadi senior. Potongan pakaian PDH bagian atas adalah baju putih lengan panjang dengan kantong tutup dan dimasukan ke dalam celana hitam. PDH dilengkapi Dasi yang diberi Garuda, Evolet, LK, Papan Nama, LekBid, Wing Angkatan serta Topi PDH. PDH terdiri dari :
  1. PDH 1 yaitu PDH lengkap
  2. PDH 2 yaitu PDH lepas Dasi
  3. PDh 3 yaitu PDH tanpa atribut, tangan digulung .

3. PDL
               Adalah pakaian Dinas Lapangan, latihan dipakai untuk kegiatan lapangan. Bagian atas adalah kaos. PDL terdiri dari :
  1. PDL 1 yaitu putih polos, abu-abu
  2. PDL 2 yaitu putih polos, pramuka / coklat

4. PDP
     Pakaian Dinas Pesta, dipakai untuk kegiatan Pesta atau perayaan kegiatan non   resmi.

5. PDB
          Pakaian Dinas Batik, dipakai untuk pesta atau perayaan kegiatan resma / non resmi.

6. PDK
               Pakaian Dinas Kotak-kotak, untuk kegiatan Paskibra seperti rapat, LATGAB dan LATSAT.

PAKAIAN KECABANGAN
          Pakaian kecabangan sesuai bidangnya seperti BINLAT, PASPAMPAS, KESPAS dan PROTOKOLER.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar